Showing posts with label #lainlain. Show all posts
Showing posts with label #lainlain. Show all posts

Sunday, September 30, 2018

Perbedaan Kuliah di Bandung dan Yogyakarta

Saat saya menulis ini, saya berada di kamar kos saya dan waktu menunjukan jam 19:50. Saya masih mengenakan boxer tanpa mengenakan baju mengingat cuaca yang sangat lembab membuat saya terus berkeringat sepanjang hari hingga menjelang malam ini.

Sudah genap 5 hari saya berada di kota Yogyakarta yang banyak orang mengistilahkannya sebagi kota istimewa (memang begitu karena nama daerahnya saja DIY) dan juga kota pelajar. Keberadaan saya disini tujuannya adalah melaksanakan Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPG-DJ) yang harus diambil supaya bisa disebut guru profesional dan juga mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Namun bukan PPG nya yg akan saya bahas, melainkan penilaian saya terhadap kota Yogyakarya berdasarkan situasi, keadaan, dan perasaan saya berada di kota ini dibandingkan dengan kota Bandung yang mana di kota kembang itulah saya menghabiskan perkuliahan saya. Ada beberapa hal menarik untuk dibandingkan antara kedua kota ini. Inilah beberapa hal yang menurut saya menarik untuk di bahas.

Saturday, June 16, 2018

Lebaran 2018 (1439 H)

Tanpa terasa setelah hampir satu bulan lamanya berpuasa di bulan Ramadhan, tibalah saatnya merayakan kemenangan di tanggal 1 Syawal ini. Saya dan juga sekeluarga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin.

Lebaran kali ini berbeda dengan tahun lalu. Jika tahun lalu, anak saya masih beberapa bulan saja usianya saat lebaran. Lebaran kali ini anak saya sudah berusia hampir 14 bulan, dia kini sudah bisa berjalan sendiri. Senang sekali rasanya bisa melihat pertumbuhan anak dari hari ke hari bulan ke bulan.

Wednesday, November 22, 2017

Tahapan dalam Proses Seleksi CPNS

Zaman dahulu menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) bukanlah sesuatu yang diidam-idamkan setiap orang. Mengabdi untuk negara dengan gaji yang terlampau sedikit akan membuat orang berpikir berkali kali mengambil pekerjaan ini. Namun berbeda sekali dengan sekarang ini, ratusan ribu orang atau bahkan jutaan pemuda-pemudi dibawah umur 35 tahun mendaftar memperebutkan berbagai posisi yang disediakan pemerintah yang mana pembukaan tes CPNS tidak setiap tahun diselenggarakan.
Puji Syukur ke hadirat Alloh SWT karena di tahun 2014 saya akhirnya bisa lolos menjadi seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 2014 adalah tahun besar-besaran pemerintah membuka lowongan CPNS. Saya mendaftar tes CPNS di kabupaten yang baru beberapa tahun saja lahir di Jawa Barat, Kabupaten Pangandaran lah nama Kabupaten itu yang baru saja memerdekakan diri dari Kabupaten Ciamis di tahun 2012.
Menurut kabar kurang lebih 10.000 pelamar mengirimkan berkas ke Pangandaran untuk posisi lowongan yang hanya 300 posisi. Banyaknya pelamar membuat Panitia seleksi di Pangandaran kewalahan. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya pegawai/panitia yang notabene adalah Kabupaten yang baru saja berdiri. Beberapa tahapan harus dilewati untuk menjadi seorang CPNS. Berikut adalah tahapannya, semoga tidak ada yang kelewat.
1. Pendaftaran online
                Pada tahap ini setiap pelamar haru mendaftar diri secara online ke situs kempanrb.go.id . Untuk masuk ke situs ini harus extra sabar karena webnya yang sering down karena terlalu banyak yang mengakses.
2. Pengiriman Berkas
                Di tahap ini peserta mengirimkan segala macam berkas administrasi seperti photokopi ktp, ijazah, dan sebagainya. Banyak yang gugur di tahap ini karena berkas mereka tidak komplit atau salah, maka harus hati-hati ketika mengirim. Pastikan tidak ada yang terlewat dan semuanya telah benar. Jika berkas diterima, maka calon peserta test CPNS akan menerima kartu peserta Test CAT
3. Test CAT
                Pada tahap inilah inti dari semua proses tersebut. Semua peserta akan mengerjakan ujian menggunakan komputer yang disebut CAT. Jika ingin lolos, peserta harus lolos passing grade. Kalo nilainya dibawah standar, maka otomatis peserta tersebut GUGUR. Pengalaman saya waktu itu, posisi saya hanya ada lowongan untuk 3 orang. Saya alhamdulillah lolos dan menjadi ranking ke-2 untuk posisi yang saya pilih, teman kuliah saya berada di ranking ke-3.
4. Test kesehatan
                Tes ini untuk menegtahui apakah si calon CPNS terindikasi narkoba, atau mungkin mempunyai kelainan dalam kesehatannya. Calon CPNS akan melakuakn test urine, mata, jantung, dll.
5. Tahap Pengumuman

                Inilah tahap akhir dari semuanya, para CPNS yang lulus diumumkan dan akan mengetahui penempatannya di posisi mana. Misalkan posisi guru, maka cpns yang lulus akan mengetahui di sekolah mana dia akan mengajar. 

Monday, October 9, 2017

Biaya Perpanjangan SIM

Hari ini saya izin ga masuk kerja (padahal ada acara pelantikan OSIS baru di sekolah, hehe). Saya izin karena harus memperpanjang SIM C saya yang kurang dari sebulan lagi habis.

Karena, sekarang saya tinggal di Kota Banjar, sementara SIM C saya dikeluarkannya oleh Polres Majalengka, otomatis saya harus ke Majalengka karena perpanjangan SIM masih belum bisa jika dilakukan di Banjar.

Pagi-Pagi sekali saya berangkat dari Banjar sekitar jam 6.00 mengendarai motor saya satu-satunya menuju Majalengka. Untung pagi ini tidak hujan, sehingga perjalanan tidak terganggu. Dari Banjar saya mengambil rute via Cisaga supaya tidak banyak kendaraan besar di jalan.

Jam 9.00 saya sampai di Polres Majalengka, Setelah memarkirkan motor saya langsung cek kesehatan di seberang Polres, biayanya 15.000 rupiah. Kemudian diminta membayar juga biaya Asuransi sebesar 15.000 (hmmmmm). Tak lupa persiapkan map biru dan potokopi KTP kita. Biaya sekitar 3.000.

Kemudian, saya harus uji sidik jari lebih dulu. Di tempat ini saya mengeluarkan biaya 15.000 rupiah. Lumayan banyak antriannya ngambil sidik jari, setelah selesai sidik jari baru kita bisa masuk ke tempat perpanjangan SIM.

Kemudian saya disuruh untuk ke loket pembayaran SIM, antri disana lalu bayar 75.000 untuk kartu SIM C perpanjangan kita. Setelah bayar kita di kasi slip bukti pembayaran, nah slip itu disatukan dengan berkas - berkas yg telah kita buat sebelumnya (kesehatan, sidik jari, asuransi) diserahkan ke ibu2 polwan seperti CS kalo di Bank mah.

Oleh Ibu-Ibu Polwan CS itu saya disuruh duduk nanti di panggil, begitu di panggil dia menyerahkan berkas kita di tambah formulir yang harus di isi, gampang banget lah. .

Nah setelah selesai ngisi formulir, kita serahkan kembali ke mbak2 Polwan kece tadi. Lalu dia bilang suruh tunggu lagi.

Tidak berapa lama kemudian, nama saya di panggil untuk masuk ke ruangan photo. Di ruangan itu selain kita photo, juga nempel sidik jari lagi (kali ini mah elektronik). Hanya 3 menit berselang, SIM C kita telah selesai. Ibu Polwan menyerahkan SIM C kita, namun dia nawarin wadah SIM seharga 10.000. Terpaksa deh saya beli. DAAAN, selesailah sudah. SIM C saya kini sudah ada di tangan. Saatnya pulangggg...

Saya kembali ke tempat parkir motor saya untuk pulang lagi ke rumah, si mang larkir sudah menunggu di kasi duit. Saya kasih deh 2.000 perak. Lalu saya cusssss, pulanggg.

Nah dari semua itu biaya yang di keluarkan untuk memperpanjang sim betul 75.000 , namun mesti ditambah 'biaya lain'.  Total saya habis
140.000 Rupiah.

Sekian cerita saya perpanjangan SIM C di tempat saya. Cukup murah sebenarnya dibanding desas desus teman saya yg bilang hampir dua kali lipatnya. Hehehe