Sunday, September 30, 2018

Perbedaan Kuliah di Bandung dan Yogyakarta

Saat saya menulis ini, saya berada di kamar kos saya dan waktu menunjukan jam 19:50. Saya masih mengenakan boxer tanpa mengenakan baju mengingat cuaca yang sangat lembab membuat saya terus berkeringat sepanjang hari hingga menjelang malam ini.

Sudah genap 5 hari saya berada di kota Yogyakarta yang banyak orang mengistilahkannya sebagi kota istimewa (memang begitu karena nama daerahnya saja DIY) dan juga kota pelajar. Keberadaan saya disini tujuannya adalah melaksanakan Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPG-DJ) yang harus diambil supaya bisa disebut guru profesional dan juga mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Namun bukan PPG nya yg akan saya bahas, melainkan penilaian saya terhadap kota Yogyakarya berdasarkan situasi, keadaan, dan perasaan saya berada di kota ini dibandingkan dengan kota Bandung yang mana di kota kembang itulah saya menghabiskan perkuliahan saya. Ada beberapa hal menarik untuk dibandingkan antara kedua kota ini. Inilah beberapa hal yang menurut saya menarik untuk di bahas.

Saturday, June 16, 2018

Lebaran 2018 (1439 H)

Tanpa terasa setelah hampir satu bulan lamanya berpuasa di bulan Ramadhan, tibalah saatnya merayakan kemenangan di tanggal 1 Syawal ini. Saya dan juga sekeluarga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin.

Lebaran kali ini berbeda dengan tahun lalu. Jika tahun lalu, anak saya masih beberapa bulan saja usianya saat lebaran. Lebaran kali ini anak saya sudah berusia hampir 14 bulan, dia kini sudah bisa berjalan sendiri. Senang sekali rasanya bisa melihat pertumbuhan anak dari hari ke hari bulan ke bulan.

Sunday, June 3, 2018

7 Film Hollywood Bertema Rasialisme/Rasisme

Sesungguhnya semua manusia itu sama, namun mengapa masih banyak orang yang merasa superior, hebat, berkuasa, dibanding yang lainnya?

Sampai sekarang isu rasisme masih menjadi masalah besar yang dibisa ditemui di berbagai negara. Kita masih sering mendengar di Amerika terjadi penembakan terhadap orang kulit hitam, di belahan Eropa banyak pesepakbola kulit hitam mendapatkan ejekan ketika bermain. Di Indonesia sendiri masalah rasisme sering dialami oleh orang timur Indonesia ataupun orang Keturunan Tionghoa.

Kali ini saya akan menginformasikan 7 film yang bertema rasisme yang pantas untuk ditonton oleh kita sehingga mengajarkan kita agar menghormati sesama manusia dan menghilangkan sifat rasisme. Ketujuh film tersebut adalah sebabagai berikut:

Saturday, June 2, 2018

3 Tahun Menjadi PNS di Langkaplancar

Setelah sekian lama ga nulis di blog ini, akhirnya sempet juga akhirnya posting tulisan disisni. Nah, Sampai tahun 2018 ini genaplah saya menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tempat saya sekarang bekerja yakni SMAN 1 Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Ada begitu banyak suka duka yang saya alami selama bekerja di sebuah tempat yang berada di daerah pelosok di sebuah kabupatenyang usianya baru 5 tahun saja.

Ketika kita mendengar kata Langkaplancar, hal-hal yang akan datang ke pikiran adalah: terpencil, tertinggal, jalan yang hancur, dan hal- hal yang membuat seseorang ciut nyali jika harus menginjakan kaki di Langkaplancar. Ketika masih bergabung dengan Kab, Ciamis bahkan sampai sekarangpun ketika sudah 'merdeka' dan masuk wilayah kabupaten Pangandaran, Langkaplancar akan selalu jadi bahan 'bully' dan bahan bercanda orang-orang mengingat daerahnya yang masih cukup tertinggal dalam segala hal terutama infrastruktur dan pendidikan. Namun dari sekian banyak bahan bully untuk Langkaplancar, sebenarnya ada banyak hal positif dari daerah ini yang akan membuat kita justru kagum terhadap daerah ini.

Secara teritorial, Langkaplancar berada di daerah pegunungan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tasikmalaya dan juga Kabupaten Ciamis. Jalur yang dapat ditempuh menuju Langkaplancar cukup banyak. Diantaranya:
a. Kota Ciamis/Kota Banjar - Cimaragas - Cidolog - Citalahab - Langkaplancar
b. Kota Ciamis/Kota Banjar - Pamarican - Cikupa - Karang kamiri - Langkaplancar
c. Tasikmalaya - Cineam - Karang Jaya - Citalahab - Langkaplancar
d. Parigi/Pangandaran - Jadimulya - Karang kamiri - Langkaplancar
e. Parigi/Pangandaran - Cigugur - Langkaplancar

Perjalanan dari sekian banyak rute menuju kesana kita harus naik turun bukit dengan kondisi jalan yang sebagian besar masih memprihatinkan. Jalanan menanjak dan menurun yang berbatu dan bergelombang karena belum di aspal akan sangat menyulitkan jika hujan datang akan sangat membahayakan bagi orang yang berkendara motor maupun mobil karena jalanan yang berlumpur dan licin.


Jalan masih berbatu
Kondisi jalan Menuju Langkaplancar via Cikupa



Namun sejak tahun 2015 ketika pertama kali menginjakan kaki di Langkaplancar sampai 3 tahun saya mengabdi, alhamdulillah infrastruktur di Langkaplancar terutama akses jalan dari kota kabupaten sedikit demi sedikit ada peningkatan. Dulu yang jalannya amburadul, sekarang sudah terlihat ada bagian yang di cor dan di aspal. Namun mengingat jarak yang cukup panjang dan luasnya kecamatan Langkaplancar, pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit maka infrasturktur ini belum bisa dikatakan memuaskan. Itulah sekelumit tentang kondisi Langkaplancar dulu dengan sekarang. Saya belum menceritakan institusi tempat saya bekerja, hehe. Jadi mari saya ceritakan.

Di kecamatan Langkaplancar, terdapat satu SMA Negeri bernama SMAN 1 Langkaplancar. Sebelum saya di tempatkan di sekolah ini, hanya terdapat 2 orang PNS yang bekerja di sekolah, sedangkan sisanya adalah pegawai honorer. Suatu keadaan yang cukup memprihatinkan mengingat sekolah negeri tapi minimnya pegawai yang ditempatkan oleh pemerintah. Kemudian Tahun 2014/2015 pemerintah membuka lowongan CPNS besar-besaran dan akhirnya SMAN 1 Langkaplancar mendapat alokasi Guru PNS baru sebanyak 7 orang. Ketujuh Guru PNS tersebut termasuk saya didalamnya, tidak ada seorang pun yang berasal dari wilayah setempat. Ketujuh orang tersebut berasal dari Majalengka (saya), Tasikmalaya, Garut, Cimahi, Cianjur, Banjarnegara, dan Purwokerto.
7 CPNS 2015 yang ditempatkan di SMAN 1 Langkaplancar


Pengalaman pertama kali menginjakan kaki di sekolah saya cukup kaget karena sekolahnya masih belum mempunyai pintu gerbang maupun pagar sebagaimana kita melihat sekolah pada umumnya (sampai sekarang pun masih belum). hal lain yang saya jumpai adalah jumlah rombongan belajar (rombel) yang masih sedikit, ketika pertama saya datang rombel dari kelas X smapai XII hanya berjumlah 6 rombel. Aneh sekali padahal SMA ini adalah satu-satunya sekolah negeri yang ada di kecamatan Langkaplancar. Di tahun 2018, jumlah rombelnya alhamdulillah bisa bertambah menjadi 9 rombel dan semoga kedepannya makin bertambah lagi. aamiin.

Akses Masuk Sekolah yang belum ada gerbangnya :)
Hal hal unik yang saya jumpai selama 3 tahun mengabdi disini diantaranya:
- Walaupun perjalanan ke sekolah cukup ekstrim dan cuaca di sini dingin karena ada di pegunungan, jarang sekali melihat siswa berangkat ke sekolah memakai jaket atau helm.

- Karena kontur wilayah sekolah yang bukan berada di tanah datar dan lapang, sekolah kami memiliki 4 tingkat/lantai, antar lokasi kelas dipisahkan oleh bukit-bukit kecil.

- Sekolahnya belum punya gerbang dan pagar. Jadi disekolah kami tidak ada namanya siswa loncat pagar atau benteng untuk bolos sekolah.

-  Walaupun tinggal di pelosok, prestasi siswa SMAN 1 Langkaplancar cukup membanggakan. Bisa dilihat piala yang terkumpul di sekolah kami,

- Karena sekolah yang tidak besar dan pegawai yang tidak banyak, rasa kekeluargaan antar pegawai sangat dekat.

- Karena Langakaplancar berada di daerah perbatasan, siswa SMAN 1 Langkaplancar cukup beragam. Selain dari daerah kabupaten Pangandaran, ada pula yang dari Tasikmalaya maupun Ciamis juga.

- Masih banyak hal positif yang belum bisa diceritakan. Hehe


Demikian cerita yang bisa sampaikan mengenai Langkaplancar dan sekolah tempat saya bekerja yaitu SMAN 1 Langkaplancar. Semoga daerah Langkaplancar umumnya dan SMAN 1 Langkaplancar khususnya terus berkembang dan bisa memangkas ketertinggalan sehingga bisa bersaing dengan daerah lain dalam berbagai bidang untuk sukses di masa depan.



Wednesday, November 22, 2017

Tahapan dalam Proses Seleksi CPNS

Zaman dahulu menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) bukanlah sesuatu yang diidam-idamkan setiap orang. Mengabdi untuk negara dengan gaji yang terlampau sedikit akan membuat orang berpikir berkali kali mengambil pekerjaan ini. Namun berbeda sekali dengan sekarang ini, ratusan ribu orang atau bahkan jutaan pemuda-pemudi dibawah umur 35 tahun mendaftar memperebutkan berbagai posisi yang disediakan pemerintah yang mana pembukaan tes CPNS tidak setiap tahun diselenggarakan.
Puji Syukur ke hadirat Alloh SWT karena di tahun 2014 saya akhirnya bisa lolos menjadi seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 2014 adalah tahun besar-besaran pemerintah membuka lowongan CPNS. Saya mendaftar tes CPNS di kabupaten yang baru beberapa tahun saja lahir di Jawa Barat, Kabupaten Pangandaran lah nama Kabupaten itu yang baru saja memerdekakan diri dari Kabupaten Ciamis di tahun 2012.
Menurut kabar kurang lebih 10.000 pelamar mengirimkan berkas ke Pangandaran untuk posisi lowongan yang hanya 300 posisi. Banyaknya pelamar membuat Panitia seleksi di Pangandaran kewalahan. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya pegawai/panitia yang notabene adalah Kabupaten yang baru saja berdiri. Beberapa tahapan harus dilewati untuk menjadi seorang CPNS. Berikut adalah tahapannya, semoga tidak ada yang kelewat.
1. Pendaftaran online
                Pada tahap ini setiap pelamar haru mendaftar diri secara online ke situs kempanrb.go.id . Untuk masuk ke situs ini harus extra sabar karena webnya yang sering down karena terlalu banyak yang mengakses.
2. Pengiriman Berkas
                Di tahap ini peserta mengirimkan segala macam berkas administrasi seperti photokopi ktp, ijazah, dan sebagainya. Banyak yang gugur di tahap ini karena berkas mereka tidak komplit atau salah, maka harus hati-hati ketika mengirim. Pastikan tidak ada yang terlewat dan semuanya telah benar. Jika berkas diterima, maka calon peserta test CPNS akan menerima kartu peserta Test CAT
3. Test CAT
                Pada tahap inilah inti dari semua proses tersebut. Semua peserta akan mengerjakan ujian menggunakan komputer yang disebut CAT. Jika ingin lolos, peserta harus lolos passing grade. Kalo nilainya dibawah standar, maka otomatis peserta tersebut GUGUR. Pengalaman saya waktu itu, posisi saya hanya ada lowongan untuk 3 orang. Saya alhamdulillah lolos dan menjadi ranking ke-2 untuk posisi yang saya pilih, teman kuliah saya berada di ranking ke-3.
4. Test kesehatan
                Tes ini untuk menegtahui apakah si calon CPNS terindikasi narkoba, atau mungkin mempunyai kelainan dalam kesehatannya. Calon CPNS akan melakuakn test urine, mata, jantung, dll.
5. Tahap Pengumuman

                Inilah tahap akhir dari semuanya, para CPNS yang lulus diumumkan dan akan mengetahui penempatannya di posisi mana. Misalkan posisi guru, maka cpns yang lulus akan mengetahui di sekolah mana dia akan mengajar.